Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

DUEL ADU JOTOS FARHAT ABBAS VS El


Adu Tinju Farhat Abbas Vs El Bakal Digelar Sabtu Besok - Jakarta - Sparing partner telah didaftarkan, El dan Farhat Abbas sudah mendapatkan jadwal untuk duel tinjunya tersebut. Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) sudah menyediakan sasana tinju di kawasan Cilandak Jakarta Selatan.

"Kebetulan hari Sabtu (30/11) ada kegiatan di Sasana Tinju Amfibi Marinir di Cilandak. Itu untuk latihan atlet pelatnas DKI Jakarta," ujar Dewi Eliana, sekretaris Pertina DKI Jakarta di kantornya, Kamis (28/11/2013).

El Pamer Otot Saat Daftar Adu Tinju dengan Farhat Abbas!

Pertandingan tersebut akan dihelat pada 30 November mendatang, alias pada Sabtu besok. "Pertandingan bisa sekitar jam 2 siang nanti," terangnya.

Siang tadi, El diantarkan oleh ayahnya, Ahmad Dhani dan juru bicaranya Ramdhan Alamsyah mendatangi Pertina di kawasan Senayan, Jakarta Pusat untuk mendaftarkan pertandingan sparing partner dengan Farhat Abbas. 

Pemilik nama asli El Jalaluddin Rumi itu pun mengaku sudah siap menghadapi sang pengacara kontroversial tersebut.

"Pokoknya sudah siap. Harus berani," ujar El yakin.(dar/mmu)

http://www.addgue.com/2013/11/adu-tinju-farhat-abbas-vs-el-bakal.html

PERANG CYBER "INDONESIA VS AUSTRALIA" JANGAN SAMPAI 4 HACKER INI TURUN



Hacker Indonesia sudah menyatakan perang terhadap Australia sebagai protes mereka terhadap perilaku penyadapan negara Kanguru tersebut terhadap Indonesia. Hal itu didahului dengan penyerangan terhadap ratusan situs Australia secara acak. Australia tidak tinggal diam mereka balik menyerang situs2 indonesia,,. diprediksi perang cyber ini akan kian menyulut emosi hacker dari kedua belah pihak.

Tapi lebih dari itu, hal yang paling di takutkan dunia adalah kembalinya 4 legenda hacker indonesia yg di ramalkan akan tuurut ikut campur,, klo sudah begini diyakini bukan hanya australia yg ketarketir, tapi seluruh dunia.

Siapa merekaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!

1. Pak Tarjo
seorang petani,,Tapi siapa sangka..pak tarjo yang seorang petani itu memiliki akun hacker yang username nya : "Comando Eyang"
comando eyang adalah ketua hacker yang paling di segani di dalam tim hacker nya..

2. Mpok Kali
nenek-nenek yang kerjaan nya hanya tidur di kamar...tapi siapa sangka waktu semua anggota keluarga nya tidur dia langsung beraksi dengan cara mengambil laptop si sukro (cucu ke -19) dan membuka akun hacker's nya yg nernama
Username: "Pandora's"

3. Suraidi
hacker ini yang paling penting dalam tim nya..karna ia memiliki pengetahuan yang luas..
suraidi dulu nya ada Angota "TNI AD" ia memiliki cerita yang sangat tragis hingga di pecat dar TNI AD ..pak suraidi di pecat karna menembak kepala teman nya yang ada di depan nya Pas Latihan
( Pantesan di pecat kepala yang di tembak sih -_-")
tidak ada perkaerjaan lain..pak suraidi memutus kan menjadi hacker's yang memiliki
Username "E993EY"

4. Wibson Genrard (Udin)
Lahir pada 12 september 1987,NewYork
ibu keturunan Amerika , ayah keturunan Tegal
Udin di buang keluarga nya karena memiliki keahlian seperti monyet..
udin di buang di suku pedalam padahal udin memiliki Otak yg Genius
Pada suatu hari udin menemukan tas yang berisi lap top
udin mengotak-atik laptop tersebut...dia mempelajari laptop tersebut slama 3 bulan dan langsung memahami nya.. karena kecerdasan tersebut dia bertekad menjadi Hacker's
Username: "BLAZBLUE Type:31"

Itulah Info Dari keepat Hacker's Terbaik
keahlian ke4 hacker's:
1. Sulit di deteksi,, bahkan tidak meninggalkan jejak sedikitpun
2. Mampu menyerang dari segala medan, bahkan tanpa koneksi internet sekalipun dewa banget bukannn..
Hingga Australia Takut Pada mereka !!

Wkwkwk!!
* Artikel ini Ts tulis dalam keadaan ngantuk dan lapar, bila terdapat kesamaan
tokoh, tempat dan karakter Ts mohon maaf.........
Have Fun ^_^

http://forum.viva.co.id/aneh-dan-lucu/1372164-perang-cyber-indonesia-vs-australia-jangan-sampai-4-hacker-ini-turun.html

NENEK SAKTI MENGAMBANG DI PERMUKAAN LAUT


Apakah Anda termasuk orang-orang yang tidak percaya ada orang bisa terapung di air? Kalau ya, berarti sama dengan saya, sebab saya sangat menolak ada cerita yang tak masuk akal. Tapi sejak membaca berita ada nenek-nenek ditemukan duduk di atas air laut, baru saya percaya. Cerita ini adalah benar-benar Nyata yang terjadi pada Awal April 2009. Adalah seorang Nenek dari dusun Selorejo desa Temurejo Kecamatan Bangorejo Banyuwangi, si ‘Nenek sakti’ itu sedang duduk di atas air tengah laut saat kepergok oleh serombongan Nelayan Grajakan Purwoharjo. Ya, tentu saja rombongan nelayan ketakutan melihat keanehan yang menakjubkan itu.

Kali pertama ditemukan, nenek misterius itu berada di permukaan air laut dalam posisi duduk, Kamis malam (7/5/2009), sekitar pukul 23.00 WIB atau bertepatan pada malam Jumat Legi. Anehnya lagi, tubuh maupun pakaian yang dikenakan nenek tersebut tak basah oleh air laut. Saat ditolong oleh para nelayan, nenek tersebut justru menolak untuk dinaikkan ke atas kapal jukung. Bahkan saat berhasil dirayu naik ke atas kapal, nenek itu justru memaksa para nelayan untuk mengantarnya ke arah laut lepas seakan mengejar sesuatu.
“Saya kira batang kayu, saya baru tahu pas nenek itu batuk-batuk membentur perahu saya. Teman-teman saya ketakutan, pas saya lihat ternyata nenek itu duduk di atas permukaan air terombang-ambing arus laut,” jelas Supariyanto (40), nelayan Grajagan yang malam itu melihat langsung kesaktian nenek Supiah. Dia sangat heran, sebab nenek tersebut seperti pada film-film fiksi selama ini.

Mencari Dua Anaknya yang Berbadan Ular Berkepala Manusia

Nenek Supiah (65) benar-benar misterius. Dia yang ditemukan nelayan sedang duduk mengambang di tengah laut mengaku sedang mencari dua anaknya yang hilang. Yang mengejutkan lagi, anaknya itu disebutnya seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang berwujud ular berkepala manusia.
“Katanya cari anaknya yang hilang terbawa laut, anaknya itu disebutnya berkepala manusia berbadan ular, itupun dijawabnya setelah saya tanya berkali-kali dengan sedikit rayuan,” ungkap Supariyanto menirukan jawaban sang nenek sesaat setelah dibawa pulang nelayan dari laut.
Supariyanto adalah salah seorang nelayan yang sempat menyaksikan penemuan sang nenek di tengah laut Grajagan, Banyuwangi, Kamis malam (7/5/2009).
Nenek Supiah memang tak banyak bicara. Dia lebih sering membisu saat ditanya ketika diamankan di rumah Supariyanto, Grajagan, Jumat (8/5/2009). Tak mudah berkomunikasi dengan nenek yang diyakini warga memiliki kekuatan magis tingkat tinggi tersebut.
Tatapan matanya yang tajam seakan menyiratkan kekuatan luar biasa yang terpendam di dalam dirinya. Bahasa tubuhnya juga menunjukkan kegelisahan, seakan mencari sesuatu yang lama dicarinya.
Nenek Supiah juga enggan menjelaskan ilmu yang digunakan hingga dia bisa duduk di atas permukaan air laut Grajagan, atau tepatnya perairan Pelawangan. Dia tetap membisu meski wartawan memberondong pertanyaan tentang prilakunya itu.

Satu Persatu Power Kamera Wartawan Mati Secara Bergantian

Nenek Supiah kembali menunjukkan ‘kesaktiannya’. Setelah dievakuasi dari tengah laut, wartawan yang ingin mengabadikan gambarnya dibuat bingung. Entah mengapa, satu persatu power kamera wartawan yang meliput mendadak mati secara bergantian. Bahkan ada pula yang hasil jepretannya berwarna gelap.
Bukan hanya wartawan, warga yang berusaha mengabadikan gambar melalui ponselnya juga mengalami hal serupa. “Mbah…mbah saya ambil gambarnya ya,” kata seorang wartawan. Si nenek itu mengawasi para wartawan dengan tatapan tajam.
“Loh kok malah mati lagi handphonku, kok bisa sih,” teriak salah seorang wanita yang saat itu berebut mengabadikan gambar Nenek Supiah di rumah Supariyanto (40), seoang nelayan Grajagan yang melihat langsung kesaktian pada nenek misterius itu, Jumat (8/5/2009).
Namun setelah sang nenek di bujuk rayu, akhirnya gambar yang diharapkan berhasil didapatkan. “Ini kebetulan atau gimana sih kok mati sendiri,” kata seorang wartawan dengan keheran-heranan. Padahal dia mengaku sudah mengisi baterainya penuh sebelum berangkat liputan.

Ternyata Mbah Supiah Masuk Daftar Orang Hilang

Pihak keluarga Nenek Supiah, sempat melapor ke Polsek Purwoharjo beberapa saat nenek itu menghilang dari rumahnya. Dalam laporan yang dibuat pihak keluarga, nenek Supiah dikabarkan hilang dari rumahnya sejak Kamis (7/5/2009) sore kemarin.
Lantaran tempat tinggal nenek Supiah masuk wilayah Kecamatan Bangorejo, rencananya laporan itu akan dilimpahkan ke Polsek Bangorejo untuk ditindaklanjuti.
“Belum sempat kami bergerak, ternyata justru kami dapat laporan dari nelayan pagi tadi jika si nenek ditemukan duduk ditengah laut tadi malam,” jelas Kapolsek Purwoharjo, AKP Tri Joko saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (8/5/2009).
Dengan ditemukannya Nenek Supiah, nama nenek sakti tersebut akhirnya dihapus dari daftar orang hilang. Untuk memastikan ciri-ciri dan identitasnya, polisi melibatkan pihak keluarga saat proses penjemputan di rumah Supariyanto, rumah nelayan yang menemukan si nenek misterius tersebut.
- See more at: http://bagindaery.blogspot.com/2011/04/kisah-nyata-nenek-sakti-tak-basah-duduk.html#sthash.dhg9n85R.dpuf
Apakah Anda termasuk orang-orang yang tidak percaya ada orang bisa terapung di air? Kalau ya, berarti sama dengan saya, sebab saya sangat menolak ada cerita yang tak masuk akal. Tapi sejak membaca berita ada nenek-nenek ditemukan duduk di atas air laut, baru saya percaya. Cerita ini adalah benar-benar Nyata yang terjadi pada Awal April 2009. Adalah seorang Nenek dari dusun Selorejo desa Temurejo Kecamatan Bangorejo Banyuwangi, si ‘Nenek sakti’ itu sedang duduk di atas air tengah laut saat kepergok oleh serombongan Nelayan Grajakan Purwoharjo. Ya, tentu saja rombongan nelayan ketakutan melihat keanehan yang menakjubkan itu.

Kali pertama ditemukan, nenek misterius itu berada di permukaan air laut dalam posisi duduk, Kamis malam (7/5/2009), sekitar pukul 23.00 WIB atau bertepatan pada malam Jumat Legi. Anehnya lagi, tubuh maupun pakaian yang dikenakan nenek tersebut tak basah oleh air laut. Saat ditolong oleh para nelayan, nenek tersebut justru menolak untuk dinaikkan ke atas kapal jukung. Bahkan saat berhasil dirayu naik ke atas kapal, nenek itu justru memaksa para nelayan untuk mengantarnya ke arah laut lepas seakan mengejar sesuatu.

“Saya kira batang kayu, saya baru tahu pas nenek itu batuk-batuk membentur perahu saya. Teman-teman saya ketakutan, pas saya lihat ternyata nenek itu duduk di atas permukaan air terombang-ambing arus laut,” jelas Supariyanto (40), nelayan Grajagan yang malam itu melihat langsung kesaktian nenek Supiah. Dia sangat heran, sebab nenek tersebut seperti pada film-film fiksi selama ini.
Mencari Dua Anaknya yang Berbadan Ular Berkepala Manusia

Nenek Supiah (65) benar-benar misterius. Dia yang ditemukan nelayan sedang duduk mengambang di tengah laut mengaku sedang mencari dua anaknya yang hilang. Yang mengejutkan lagi, anaknya itu disebutnya seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang berwujud ular berkepala manusia.

“Katanya cari anaknya yang hilang terbawa laut, anaknya itu disebutnya berkepala manusia berbadan ular, itupun dijawabnya setelah saya tanya berkali-kali dengan sedikit rayuan,” ungkap Supariyanto menirukan jawaban sang nenek sesaat setelah dibawa pulang nelayan dari laut.

Supariyanto adalah salah seorang nelayan yang sempat menyaksikan penemuan sang nenek di tengah laut Grajagan, Banyuwangi, Kamis malam (7/5/2009).

Nenek Supiah memang tak banyak bicara. Dia lebih sering membisu saat ditanya ketika diamankan di rumah Supariyanto, Grajagan, Jumat (8/5/2009). Tak mudah berkomunikasi dengan nenek yang diyakini warga memiliki kekuatan magis tingkat tinggi tersebut.

Tatapan matanya yang tajam seakan menyiratkan kekuatan luar biasa yang terpendam di dalam dirinya. Bahasa tubuhnya juga menunjukkan kegelisahan, seakan mencari sesuatu yang lama dicarinya.

Nenek Supiah juga enggan menjelaskan ilmu yang digunakan hingga dia bisa duduk di atas permukaan air laut Grajagan, atau tepatnya perairan Pelawangan. Dia tetap membisu meski wartawan memberondong pertanyaan tentang prilakunya itu.
Satu Persatu Power Kamera Wartawan Mati Secara Bergantian

Nenek Supiah kembali menunjukkan ‘kesaktiannya’. Setelah dievakuasi dari tengah laut, wartawan yang ingin mengabadikan gambarnya dibuat bingung. Entah mengapa, satu persatu power kamera wartawan yang meliput mendadak mati secara bergantian. Bahkan ada pula yang hasil jepretannya berwarna gelap.

Bukan hanya wartawan, warga yang berusaha mengabadikan gambar melalui ponselnya juga mengalami hal serupa. “Mbah…mbah saya ambil gambarnya ya,” kata seorang wartawan. Si nenek itu mengawasi para wartawan dengan tatapan tajam.

“Loh kok malah mati lagi handphonku, kok bisa sih,” teriak salah seorang wanita yang saat itu berebut mengabadikan gambar Nenek Supiah di rumah Supariyanto (40), seoang nelayan Grajagan yang melihat langsung kesaktian pada nenek misterius itu, Jumat (8/5/2009).

Namun setelah sang nenek di bujuk rayu, akhirnya gambar yang diharapkan berhasil didapatkan. “Ini kebetulan atau gimana sih kok mati sendiri,” kata seorang wartawan dengan keheran-heranan. Padahal dia mengaku sudah mengisi baterainya penuh sebelum berangkat liputan.
Ternyata Mbah Supiah Masuk Daftar Orang Hilang

Pihak keluarga Nenek Supiah, sempat melapor ke Polsek Purwoharjo beberapa saat nenek itu menghilang dari rumahnya. Dalam laporan yang dibuat pihak keluarga, nenek Supiah dikabarkan hilang dari rumahnya sejak Kamis (7/5/2009) sore kemarin.

Lantaran tempat tinggal nenek Supiah masuk wilayah Kecamatan Bangorejo, rencananya laporan itu akan dilimpahkan ke Polsek Bangorejo untuk ditindaklanjuti.

“Belum sempat kami bergerak, ternyata justru kami dapat laporan dari nelayan pagi tadi jika si nenek ditemukan duduk ditengah laut tadi malam,” jelas Kapolsek Purwoharjo, AKP Tri Joko saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (8/5/2009).

Dengan ditemukannya Nenek Supiah, nama nenek sakti tersebut akhirnya dihapus dari daftar orang hilang. Untuk memastikan ciri-ciri dan identitasnya, polisi melibatkan pihak keluarga saat proses penjemputan di rumah Supariyanto, rumah nelayan yang menemukan si nenek misterius tersebut.
- See more at: http://bagindaery.blogspot.com/2011/04/kisah-nyata-nenek-sakti-tak-basah-duduk.html#sthash.dhg9n85R.dpuf
Apakah Anda termasuk orang-orang yang tidak percaya ada orang bisa terapung di air? Kalau ya, berarti sama dengan saya, sebab saya sangat menolak ada cerita yang tak masuk akal. Tapi sejak membaca berita ada nenek-nenek ditemukan duduk di atas air laut, baru saya percaya. Cerita ini adalah benar-benar Nyata yang terjadi pada Awal April 2009. Adalah seorang Nenek dari dusun Selorejo desa Temurejo Kecamatan Bangorejo Banyuwangi, si ‘Nenek sakti’ itu sedang duduk di atas air tengah laut saat kepergok oleh serombongan Nelayan Grajakan Purwoharjo. Ya, tentu saja rombongan nelayan ketakutan melihat keanehan yang menakjubkan itu.

Kali pertama ditemukan, nenek misterius itu berada di permukaan air laut dalam posisi duduk, Kamis malam (7/5/2009), sekitar pukul 23.00 WIB atau bertepatan pada malam Jumat Legi. Anehnya lagi, tubuh maupun pakaian yang dikenakan nenek tersebut tak basah oleh air laut. Saat ditolong oleh para nelayan, nenek tersebut justru menolak untuk dinaikkan ke atas kapal jukung. Bahkan saat berhasil dirayu naik ke atas kapal, nenek itu justru memaksa para nelayan untuk mengantarnya ke arah laut lepas seakan mengejar sesuatu.
“Saya kira batang kayu, saya baru tahu pas nenek itu batuk-batuk membentur perahu saya. Teman-teman saya ketakutan, pas saya lihat ternyata nenek itu duduk di atas permukaan air terombang-ambing arus laut,” jelas Supariyanto (40), nelayan Grajagan yang malam itu melihat langsung kesaktian nenek Supiah. Dia sangat heran, sebab nenek tersebut seperti pada film-film fiksi selama ini.

Mencari Dua Anaknya yang Berbadan Ular Berkepala Manusia

Nenek Supiah (65) benar-benar misterius. Dia yang ditemukan nelayan sedang duduk mengambang di tengah laut mengaku sedang mencari dua anaknya yang hilang. Yang mengejutkan lagi, anaknya itu disebutnya seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang berwujud ular berkepala manusia.
“Katanya cari anaknya yang hilang terbawa laut, anaknya itu disebutnya berkepala manusia berbadan ular, itupun dijawabnya setelah saya tanya berkali-kali dengan sedikit rayuan,” ungkap Supariyanto menirukan jawaban sang nenek sesaat setelah dibawa pulang nelayan dari laut.
Supariyanto adalah salah seorang nelayan yang sempat menyaksikan penemuan sang nenek di tengah laut Grajagan, Banyuwangi, Kamis malam (7/5/2009).
Nenek Supiah memang tak banyak bicara. Dia lebih sering membisu saat ditanya ketika diamankan di rumah Supariyanto, Grajagan, Jumat (8/5/2009). Tak mudah berkomunikasi dengan nenek yang diyakini warga memiliki kekuatan magis tingkat tinggi tersebut.
Tatapan matanya yang tajam seakan menyiratkan kekuatan luar biasa yang terpendam di dalam dirinya. Bahasa tubuhnya juga menunjukkan kegelisahan, seakan mencari sesuatu yang lama dicarinya.
Nenek Supiah juga enggan menjelaskan ilmu yang digunakan hingga dia bisa duduk di atas permukaan air laut Grajagan, atau tepatnya perairan Pelawangan. Dia tetap membisu meski wartawan memberondong pertanyaan tentang prilakunya itu.

Satu Persatu Power Kamera Wartawan Mati Secara Bergantian

Nenek Supiah kembali menunjukkan ‘kesaktiannya’. Setelah dievakuasi dari tengah laut, wartawan yang ingin mengabadikan gambarnya dibuat bingung. Entah mengapa, satu persatu power kamera wartawan yang meliput mendadak mati secara bergantian. Bahkan ada pula yang hasil jepretannya berwarna gelap.
Bukan hanya wartawan, warga yang berusaha mengabadikan gambar melalui ponselnya juga mengalami hal serupa. “Mbah…mbah saya ambil gambarnya ya,” kata seorang wartawan. Si nenek itu mengawasi para wartawan dengan tatapan tajam.
“Loh kok malah mati lagi handphonku, kok bisa sih,” teriak salah seorang wanita yang saat itu berebut mengabadikan gambar Nenek Supiah di rumah Supariyanto (40), seoang nelayan Grajagan yang melihat langsung kesaktian pada nenek misterius itu, Jumat (8/5/2009).
Namun setelah sang nenek di bujuk rayu, akhirnya gambar yang diharapkan berhasil didapatkan. “Ini kebetulan atau gimana sih kok mati sendiri,” kata seorang wartawan dengan keheran-heranan. Padahal dia mengaku sudah mengisi baterainya penuh sebelum berangkat liputan.

Ternyata Mbah Supiah Masuk Daftar Orang Hilang

Pihak keluarga Nenek Supiah, sempat melapor ke Polsek Purwoharjo beberapa saat nenek itu menghilang dari rumahnya. Dalam laporan yang dibuat pihak keluarga, nenek Supiah dikabarkan hilang dari rumahnya sejak Kamis (7/5/2009) sore kemarin.
Lantaran tempat tinggal nenek Supiah masuk wilayah Kecamatan Bangorejo, rencananya laporan itu akan dilimpahkan ke Polsek Bangorejo untuk ditindaklanjuti.
“Belum sempat kami bergerak, ternyata justru kami dapat laporan dari nelayan pagi tadi jika si nenek ditemukan duduk ditengah laut tadi malam,” jelas Kapolsek Purwoharjo, AKP Tri Joko saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (8/5/2009).
Dengan ditemukannya Nenek Supiah, nama nenek sakti tersebut akhirnya dihapus dari daftar orang hilang. Untuk memastikan ciri-ciri dan identitasnya, polisi melibatkan pihak keluarga saat proses penjemputan di rumah Supariyanto, rumah nelayan yang menemukan si nenek misterius tersebut.
- See more at: http://bagindaery.blogspot.com/2011/04/kisah-nyata-nenek-sakti-tak-basah-duduk.html#sthash.dhg9n85R.dpuf

RAHASIA KAYA RAYA DALAM 40 HARI




Dalam khasanah Kejawen angka 40 memiliki makna penting sekali (keramat). Karena di dalamnya terkandung sebuah rahasia kehidupan sebagai mana dimaksud dalam ungkapan “kakangne lembarep, adine wuragil” atau kakaknya sulung, adiknya bungsu (Lihat posting; Pintu Pembuka Rahasia Spiritual Raja-Raja Mataram/Wirit Maklumat Jati/Wirit Saloka Jati). Ungkapan itu bermakna bahwa kelahiran kita di dunia ini sebagai sebuah akhir proses “triwikrama” sekaligus awal kehidupan manusia di “mercapada”. Selanjutnya kematian merupakan akhir dari kehidupan semu (duniawi), sekaligus merupakan awal dari kehidupan yang sejati.
Melanjutkan artikel sebelumnya tentang melibatkan Allah dalam setiap helaan nafas, berikut ini kami coba memaparkan apa yang disampaikan oleh ustatz Yusuf Mansur dalam Riyadhah 40 hari Wisata Hati. Setiap orang pasti mempunyai permasalahan, baik masalah keuangan, jodoh, rumah-tangga, penyakit dan hajat-hajat yang lainnya. Semua permasalahan itu sangatlah kecil dihadapan Allah, dengan mudah Allah menyelesaikan permasalahan kita tersebut atau mungkin menghambat masalah yang bakal muncul (tolak bala). Banyak orang yang telah memperaktekkan Riyadhah 40 hari ini, dan hasilnya luar biasa. Berikut Cara sukses dalam 40 hari ala Yusuf Mansur: Selama 40 hari selalu Shalat berjamaah di masjid, tanpa ketinggalan takbir pertama imam, lengkap dengan qabliyah dan ba'diyahnya. Juga Sunnah Tahiyyatul Masjid, sebagai tanda kita datang sebelum waktunya azan. Bila Anda adalah perempuan, minta izin sama suami, atau jalan sama muhrim, jika tidak cukuplah shalat di rumah saja tapi tetap stanby sebelum Azan. Selama 40 hari selalu melaksanakan shalat Dhuha minimal 6 rakaat, jika mampu 12 rakaat. Selama 40 hari Shalat Tahajjud 8 Rakaat + Witir 3 Rakaat. Selama 40 hari selalu baca surah Al-Waqi’ah sesudah shubuh atau sesudah ashar (boleh pilih). Baca zikir usai shalat, plus yaa fattaah yaa rozzaaq 11x, plus ayat kursi, plus qulhu 3x. Ini setiap usai shalat. Khusus usai shalat shubuh dan ashar, ditambah 4 ayat terakhir surah al Hasyr. 40 hari baca laa hawla walaa quwwata illaa billaah 300x, bebas jamnya, pokoknya 300x. Istighfar harian 100x, shalawat 100x. Jaga setiap hari baca subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil 'adzhiem 100x pagi dan 100x sore. (Boleh habis dhuha dan habis ashar/jelang maghrib). Menjaga setiap hari baca Istighfar 100x. Selama 40 hari selalu baca surah yaasiin (bebas waktunya kapan saja, yg penting 1hr 1x). Awali dengan sedekah yang besar, yang bernilai, yang sebelumnya susah untuk dikeluarkan. Atau yang beda dengan yang pernah disedekahin. Tetap kerja, tetap dagang, tetap belajar, tetap beraktifitas seperti biasa. Hanya jadikan ibadah, dengan awal baca bismillah dan selesainya baca alhamdulillah. Setiap selesai shalat, baik yang wajib dan sunnah, berdoa. Doa masing-masing. Boleh bahasa indonesia. Untuk mempermudah Anda mengamalkan Riyadhah tersebut kami lampirkan ayat kursi, surah al-ikhlas (qulhu) dan surah al-hasyr. Semoga bermanfaat. Sumber: http://blog.autada.com/2012/09/sukses-dalam-40-hari-ala-yusuf-mansur.html Copyright by www.autada.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Melanjutkan artikel sebelumnya tentang melibatkan Allah dalam setiap helaan nafas, berikut ini kami coba memaparkan apa yang disampaikan oleh ustatz Yusuf Mansur dalam Riyadhah 40 hari Wisata Hati. Setiap orang pasti mempunyai permasalahan, baik masalah keuangan, jodoh, rumah-tangga, penyakit dan hajat-hajat yang lainnya. Semua permasalahan itu sangatlah kecil dihadapan Allah, dengan mudah Allah menyelesaikan permasalahan kita tersebut atau mungkin menghambat masalah yang bakal muncul (tolak bala). Banyak orang yang telah memperaktekkan Riyadhah 40 hari ini, dan hasilnya luar biasa. Berikut Cara sukses dalam 40 hari ala Yusuf Mansur: Selama 40 hari selalu Shalat berjamaah di masjid, tanpa ketinggalan takbir pertama imam, lengkap dengan qabliyah dan ba'diyahnya. Juga Sunnah Tahiyyatul Masjid, sebagai tanda kita datang sebelum waktunya azan. Bila Anda adalah perempuan, minta izin sama suami, atau jalan sama muhrim, jika tidak cukuplah shalat di rumah saja tapi tetap stanby sebelum Azan. Selama 40 hari selalu melaksanakan shalat Dhuha minimal 6 rakaat, jika mampu 12 rakaat. Selama 40 hari Shalat Tahajjud 8 Rakaat + Witir 3 Rakaat. Selama 40 hari selalu baca surah Al-Waqi’ah sesudah shubuh atau sesudah ashar (boleh pilih). Baca zikir usai shalat, plus yaa fattaah yaa rozzaaq 11x, plus ayat kursi, plus qulhu 3x. Ini setiap usai shalat. Khusus usai shalat shubuh dan ashar, ditambah 4 ayat terakhir surah al Hasyr. 40 hari baca laa hawla walaa quwwata illaa billaah 300x, bebas jamnya, pokoknya 300x. Istighfar harian 100x, shalawat 100x. Jaga setiap hari baca subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil 'adzhiem 100x pagi dan 100x sore. (Boleh habis dhuha dan habis ashar/jelang maghrib). Menjaga setiap hari baca Istighfar 100x. Selama 40 hari selalu baca surah yaasiin (bebas waktunya kapan saja, yg penting 1hr 1x). Awali dengan sedekah yang besar, yang bernilai, yang sebelumnya susah untuk dikeluarkan. Atau yang beda dengan yang pernah disedekahin. Tetap kerja, tetap dagang, tetap belajar, tetap beraktifitas seperti biasa. Hanya jadikan ibadah, dengan awal baca bismillah dan selesainya baca alhamdulillah. Setiap selesai shalat, baik yang wajib dan sunnah, berdoa. Doa masing-masing. Boleh bahasa indonesia. Untuk mempermudah Anda mengamalkan Riyadhah tersebut kami lampirkan ayat kursi, surah al-ikhlas (qulhu) dan surah al-hasyr. Semoga bermanfaat. Sumber: http://blog.autada.com/2012/09/sukses-dalam-40-hari-ala-yusuf-mansur.html Copyright by www.autada.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Melanjutkan artikel sebelumnya tentang melibatkan Allah dalam setiap helaan nafas, berikut ini kami coba memaparkan apa yang disampaikan oleh ustatz Yusuf Mansur dalam Riyadhah 40 hari Wisata Hati. Setiap orang pasti mempunyai permasalahan, baik masalah keuangan, jodoh, rumah-tangga, penyakit dan hajat-hajat yang lainnya. Semua permasalahan itu sangatlah kecil dihadapan Allah, dengan mudah Allah menyelesaikan permasalahan kita tersebut atau mungkin menghambat masalah yang bakal muncul (tolak bala). Banyak orang yang telah memperaktekkan Riyadhah 40 hari ini, dan hasilnya luar biasa. Berikut Cara sukses dalam 40 hari ala Yusuf Mansur:

Selama 40 hari selalu Shalat berjamaah di masjid, tanpa ketinggalan takbir pertama imam, lengkap dengan qabliyah dan ba'diyahnya. Juga Sunnah Tahiyyatul Masjid, sebagai tanda kita datang sebelum waktunya azan. Bila Anda adalah perempuan, minta izin sama suami, atau jalan sama muhrim, jika tidak cukuplah shalat di rumah saja tapi tetap stanby sebelum Azan.
Selama 40 hari selalu melaksanakan shalat Dhuha minimal 6 rakaat, jika mampu 12 rakaat. Selama 40 hari Shalat Tahajjud 8 Rakaat + Witir 3 Rakaat.
Selama 40 hari selalu baca surah Al-Waqi’ah sesudah shubuh atau sesudah ashar (boleh pilih). Baca zikir usai shalat, plus yaa fattaah yaa rozzaaq 11x, plus ayat kursi, plus qulhu 3x. Ini setiap usai shalat. Khusus usai shalat shubuh dan ashar, ditambah 4 ayat terakhir surah al Hasyr.
40 hari baca laa hawla walaa quwwata illaa billaah 300x, bebas jamnya, pokoknya 300x.
Istighfar harian 100x, shalawat 100x.
Jaga setiap hari baca subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil 'adzhiem 100x pagi dan 100x sore. (Boleh habis dhuha dan habis ashar/jelang maghrib).
Menjaga setiap hari baca Istighfar 100x.
Selama 40 hari selalu baca surah yaasiin (bebas waktunya kapan saja, yg penting 1hr 1x). Awali dengan sedekah yang besar, yang bernilai, yang sebelumnya susah untuk dikeluarkan.
Atau yang beda dengan yang pernah disedekahin. Tetap kerja, tetap dagang, tetap belajar, tetap beraktifitas seperti biasa. Hanya jadikan ibadah, dengan awal baca bismillah dan selesainya baca alhamdulillah.
Setiap selesai shalat, baik yang wajib dan sunnah, berdoa. Doa masing-masing. Boleh bahasa indonesia. Untuk mempermudah Anda mengamalkan Riyadhah tersebut kami lampirkan ayat kursi, surah al-ikhlas (qulhu) dan surah al-hasyr. Semoga bermanfaat.

Sumber: http://blog.autada.com/2012/09/sukses-dalam-40-hari-ala-yusuf-mansur.html Copyright by www.autada.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Melanjutkan artikel sebelumnya tentang melibatkan Allah dalam setiap helaan nafas, berikut ini kami coba memaparkan apa yang disampaikan oleh ustatz Yusuf Mansur dalam Riyadhah 40 hari Wisata Hati. Setiap orang pasti mempunyai permasalahan, baik masalah keuangan, jodoh, rumah-tangga, penyakit dan hajat-hajat yang lainnya. Semua permasalahan itu sangatlah kecil dihadapan Allah, dengan mudah Allah menyelesaikan permasalahan kita tersebut atau mungkin menghambat masalah yang bakal muncul (tolak bala). Banyak orang yang telah memperaktekkan Riyadhah 40 hari ini, dan hasilnya luar biasa. Berikut Cara sukses dalam 40 hari ala Yusuf Mansur: Selama 40 hari selalu Shalat berjamaah di masjid, tanpa ketinggalan takbir pertama imam, lengkap dengan qabliyah dan ba'diyahnya. Juga Sunnah Tahiyyatul Masjid, sebagai tanda kita datang sebelum waktunya azan. Bila Anda adalah perempuan, minta izin sama suami, atau jalan sama muhrim, jika tidak cukuplah shalat di rumah saja tapi tetap stanby sebelum Azan. Selama 40 hari selalu melaksanakan shalat Dhuha minimal 6 rakaat, jika mampu 12 rakaat. Selama 40 hari Shalat Tahajjud 8 Rakaat + Witir 3 Rakaat. Selama 40 hari selalu baca surah Al-Waqi’ah sesudah shubuh atau sesudah ashar (boleh pilih). Baca zikir usai shalat, plus yaa fattaah yaa rozzaaq 11x, plus ayat kursi, plus qulhu 3x. Ini setiap usai shalat. Khusus usai shalat shubuh dan ashar, ditambah 4 ayat terakhir surah al Hasyr. 40 hari baca laa hawla walaa quwwata illaa billaah 300x, bebas jamnya, pokoknya 300x. Istighfar harian 100x, shalawat 100x. Jaga setiap hari baca subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil 'adzhiem 100x pagi dan 100x sore. (Boleh habis dhuha dan habis ashar/jelang maghrib). Menjaga setiap hari baca Istighfar 100x. Selama 40 hari selalu baca surah yaasiin (bebas waktunya kapan saja, yg penting 1hr 1x). Awali dengan sedekah yang besar, yang bernilai, yang sebelumnya susah untuk dikeluarkan. Atau yang beda dengan yang pernah disedekahin. Tetap kerja, tetap dagang, tetap belajar, tetap beraktifitas seperti biasa. Hanya jadikan ibadah, dengan awal baca bismillah dan selesainya baca alhamdulillah. Setiap selesai shalat, baik yang wajib dan sunnah, berdoa. Doa masing-masing. Boleh bahasa indonesia. Untuk mempermudah Anda mengamalkan Riyadhah tersebut kami lampirkan ayat kursi, surah al-ikhlas (qulhu) dan surah al-hasyr. Semoga bermanfaat. Sumber: http://blog.autada.com/2012/09/sukses-dalam-40-hari-ala-yusuf-mansur.html Copyright by www.autada.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini

RED ISLAND, DESTINASI WISATA BANYUWANGI




TRIBUNNEWS.COM,BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi mengenalkan tujuan baru pariwisata di Banyuwangi yakni Pulau Merah atau Red Island di Kecamatan Pesanggaran.
Tujuan tempat wisata baru itu dikenalkan pada dunia bersamaan dengan kompetisi Red Island International Surfing, Jumat (24/5/2013).
Pulau Merah terletak di pantai selatan Banyuwangi, terletak sekitar 70 kilometer ke arah selatan dari kota Banyuwangi. Bagi warga Banyuwangi, nama Pulau Merah sebenarnya tidak asing.
Tempat itu sudah lama menjadi jujugan wisatawan lokal yang ingin menikmati liburan. Pantai itu banyak dikunjungi wisatawan lokal di hari Sabtu dan Minggu atau juga hari libur.
Pasirnya berwarna putih dan kawasannya yang bersih menjadi jujugan pengunjung.
Warna laut dan pemandangan di sekelilingnya memanjakan
pengunjung.
Bernama Pulau Merah karena ada sebuah bukit kecil di tengah laut yang disebut pulau.
Letak gundukan pulau itu tidak terlalu jauh dari bibir
pantai. Warna tanah di pulau itu merah, sehingga warga setempat menyebutnya Pulau Merah.
Pemkab Banyuwangi memilih tempat itu menjadi titik wisata andalan bukan tanpa sebab. Dunia mengenal Banyuwangi mempunyai tiga tujuan wisata yang disebut segitiga emas yakni Pantai Plengkung atau G-Land, Pantai Sukamade dan Kawah Ijen.
Pantai Pulau Merah ini terletak di antara Plengkung dan Sukamade.
Malah Pulau Merah dan SUkamade terletak di kecamatan yang sama yakni Pesanggaran.
Jika berjalan dari kota Banyuwangi atau Jember menuju
Sukamade, akan mudah ditemukan petunjuk jalan bertulisakan Pulau Merah.
"Pulau Merah ini terletak di tengah-tengah antara G-Land dan Sukamade. Inilah yang mau kami kenalkan, bahwa ada tempat yang indah bahkan mirip Kuta di tahun 70-an yakni Pulau Merah," ujar SUprayogi, Kepala Kantor Pariwisata.
Pulau Merah mempunyai ombak yang bisa digunakan bermain surfing. Karenanya, lomba surfing dipilih untuk mengenalkan tempat wisata itu.
Peserta surfing tidak hanya dari lokal namun juga nasional dan internasional.
Ada 86 perserta untuk kategori lokal, nasional daninternasional itu. Sebanyak 29 orang warga negara asing mengikuti kompetisi itu antara lain dari Australia, Belanda, Prancis, Jepang juga Korea Selatan.

http://www.tribunnews.com/regional/2013/05/24/red-island-destinasi-wisata-banyuwangi


CERITA TSUNAMI DARI DUSUN PANCER PESISIR SELATAN BANYUWANGI (BAGIAN KESATU)




Disuatu siang pada hari minggu kemarin, saya berbincang-bincang dengan seorang warga dusun Pancer, bagian selatan Banyuwangi. Bertanya-tanya tentang apa yang telah terjadi di dusun ini belasan tahun yang lalu, sesuatu yang membuat gesture tubuh dan sorot mata mereka sedikit berubah, barangkali ada semacam trauma yang masih tersisa pada diri mereka. Dalam perbincangan itu, warga tersebut bercerita tentang dahsyatnya tsunami pada medio tahun 1994 tersebut, tentang bagaimana hancurnya dusun elok itu akibat hantaman jutaan kubik air yang dimuntahkan Samudera Hindia, samudera di bagian selatan pulau Jawa.
Sebuah tugu peringatan berdiri kokoh di depan balai dusun Pancer, sebagai prasasti untuk mengingat tentang mereka yang telah tiada akibat tragedi tersebut. Pada prasasti tersebut, tertulis 299 orang meninggal pada dini hari ketika tsunami terjadi, saya sedikit lupa, namun kalau tidak salah terjadi pada awal bulan Juni tahun 1994. Sejujurnya, saya tak pernah mendengar tentang tsunami ini sebelumnya, saya baru berumur sekitar1,5 tahun ketika peristiwa itu terjadi
Dusun Pancer, sebuah dusun yang masuk dalam wilayah desa Sumberagung, kecamatan Pesanggaran; tempat tinggal bagi ratusan keluarga nelayan dan petani. Bisa dibilang, dalam aspek ekonomi, dusun atau bahkan desa ini sangat potensial, sangat bisa berkembang. Bayangkan ketika anda menjadi seorang kepala desa yang memiliki tambang emas, kemudian mempunyai beberapa pantai indah yang bahkan bisa dijadikan tempat penyelenggaraan sebuah lomba surfing tingkat internasional, bahkan ada teman yang sempat berceloteh bahwa jika diurus dengan benar dan benar-benar dimaksimalkan, daerah ini punya potensi untuk bisa jadi seperti pantai-pantai di Brazil, walau saya tak pernah tahu bagaimana dan seperti apa wajah dari pantai-pantai di Brazil.
******
Hari jumat tanggal 14 Juni kemarin, saya meninggalkan sebuah gubuk sederhana nan indah di sebuah desa di lereng pegunungan yang dingin dan jauh dari hingar bingar wisata Kota Batu, sesuatu yang saya sebut dengan rumah; untuk mengunjungi sebuah desa di tepian pantai di bagian selatan Banyuwangi, sebuah daerah yang suhu dan hawanya sangat kontradiktif dengan lingkungan asal saya ini. Sebelumnya, saya ingin berterima kasih kepada dulur-dulur baru saya di FORMAH-PK (Forum Mahasiswa Hukum Peduli Keadilan), Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, karena telah membolehkan dan mengizinkan saya –yang notabene bukan anggota FORMAH-PK- untuk bisa mengikuti kunjungan dengan tujuan memberikan penyuluhan hokum ini dengan mereka, sebuah pengalaman yang sangat berharga, walau sebelum berangkat, saya sempat khawatir akan teralienasi selama 4 hari, yang untungnya tidak pernah terjadi.
Sabtu pagi tanggal 15 Juni kegiatan ini dimulai. Di pagi hari dibawah guyuran hujan, saya dan beberapa teman mengunjungi balai desa Sumberagung, dengan niat untuk belajar tentang kreatifitas dari ibu-ibu PKK. Saya tidak akan sedang menyoroti bagaimana cara membuat tas dari lembaran koran bekas ataupun bunga dari plastic dan semacamnya. Saya akan bercerita tentang semangat mereka, semangat ibu-ibu yang jatuh cinta dengan pekerjaan barunya, pekerjaan yang walau sudah mereka lakukan bertahun-tahun namun masih membuat mereka kasmaran dan bergairah ketika melakukannya.
Ketika pertama menginjak balai desa ini, terus terang saya sangat kagum dan takjub, baru pertama kali ini saya melihat ada balai desa yang memiliki ruangan yang dialokasikan dan digunakan sebagai perpustakaan. Saya bahkan tidak pernah menemui hal semacam itu di desa-desa di kota saya yang sudah cukup maju, sebuah kenyataan yang disatu sisi sangat menggetarkan hati. Bagi kalian sesama para pembaca dan penikmat buku-buku filsafat, sastra, politik, ketuhanan, atau genre berat sejenisnya, anda tak akan menemukan buku-buku semacam itu di perpustakaan ini. Di perpustakaan ini, lebih banyak terdapat buku-buku bagi anak sekolah dasar, dan beberapa bagi mereka para ibu hamil, disamping buku-buku umum lainnya. Sekali lagi, sebuah kepedulian yang bertujuan untuk pengganjaan massa agar para penduduk desa memulai mencintai dan tumbuh hasrat membaca buku, sesuatu yang patut diteladani dari sebuah desa –yang kata salah seorang ibu PKK katakan pada saya- tidak mempunyai akses internet, alias tidak ada warung internet!
Kembali berbicara tentang ibu-ibu PKK, terlepas dari ‘kekejaman’ mereka yang menyuruh saya membongkar hasil karya tangan saya, yang menurut mereka sangat amburadul dan tidak akan bisa dipakai menjadi sebuah tas, tidak ada kata lain yang dapat dipakai untuk menggambarkan mereka selain kata “mengagumkan”. Anda harus melihat sendiri bagaimana tangan-tangan terampil mereka dengan mengagumkannya membuat kerajinan-kerajinan tangan dari bahan-bahan bekas, yang kemudian mereka jual dan –dari info yang mereka berikan pada saya- digunakan untuk mengisi kas PKK desa itu. Salah satu conton bahwa sekarang sudah bukan lagi era membangun desa, melainkan desa lah yang membangun. Barangkali dalam pikiran anda akan terlontar ucapan, “ah, biasa saja, di desa saya juga begitu”; memang, bahkan di desa saya ibu-ibu PKK dengan industry sari apel mereka sudah mempunyai omzet yang lebih tinggi daripada di desa Sumberagung ini, tapi tunggu, saya tidak yakin desa anda pernah terkena tsunami atau bencana dahsyat lain.
Kesadaran ibu-ibu tersebut dimulai dengan dorongan dari istri kepala desa setempat, bagimana ibu kades mendorong dan mengajak mereka untuk lebih maju setelah bencana tsunami itu. Ini tentang bagaimana seorang pemimpin harus bersikap, tentang bagaimana cara pemimpin membuat rakyatnya mencintai mereka, dan memang benar bahwa ibu kades tersebut sangat dicintai oleh warganya. Bayangkan, di sebuah desa kecil dengan masa lalu kelamnya, seorang pemimpin kecilnya mampu mengajak rakyatnya membuat sebuah perubahan yang semakin lama semakin besar bagi rakyatnya; sedang di bagian Indonesia lain, para pemimpin sibuk dengan kepentingan mereka, dengan korupsi mereka, dengan istri-istri muda mereka, dengan jual-beli politik mereka, dengan akal-akal busuk mereka yang semakin lama semakin lebih tidak masuk akal daripada sinetron-sinetron di layar kaca. Ada dikotomi pedagogi-demagogi disini, anda bisa lihat, sangat kontradiktif, ada 2 hal yang saling bertolak belakang. Belum lagi bila anda membandingkan antara ibu-ibu PKK ini dengan bapak-bapak PK* di Senayan sana. Nama lembaga boleh mirip, tapi, ya sudahlah.
********
Sore hari dengan backdrop panggung yang sangat indah, ombak Pantai Pancer yang bergulung, dengan suara khas pantai, ditambah dengan senyum ramah para penduduk sekitar, kami berjalan menyusuri dusun Pancer, bertamu dari satu pintu ke pintu yang lain untuk melakukan analisis social, mencari tahu masalah-masalah apa yang mereka hadapi selama ini. Anda tak perlu membayangkan mereka akan berbicara mengenai RUU yang menyatakan adanya wajib militer, atau membayangkan mereka berdialektika mengenai isu-isu korupsi diluar sana, apalagi menyinggung masalah adanya partai yang akan keluar dari koalisi, mereka sama sekali tak peduli dengan hal-hal semacam itu, bagi mereka ada masalah-masalah lain yang lebih menghantui mereka daripada isu-isu kontemporer semacam itu yang barangkali sebentar lagi akan menguap karena elite-elite politik sedang akan bereuforia dengan nuansa bulan puasa dan lebaran. “ini waktunya mudik, kawan. Masalah-masalah lain kita bicarakan bulan depan, setelah kita saling bersalaman dan bermaafan”, dalam imajinasi saya, barangkali situasinya akan seperti itu nanti, barangkali…
Kembali ke dusun Pancer, dari belasan rumah yang saya datangi, dan ratusan jika digabung dengan teman-teman yang lain, ada beberapa masalah mendasar yang menjadi momok bagi mereka, masalah yang membuat mereka sangat khawatir –saya pikir mereka tak kalah khawatir daripada bapak Presiden yang khawatir akan ditinggal rekan kerjanya-. Dalam tulisan ini, saya akan mengangkat 2 masalah saja,
Yang pertama adalah masalah lingkungan, yang nantinya akan mempunyai efek domino dan bergeser kepada masalah-masalah lain. Masalah lingkungan ini tentang bagaimana pantai pancer yang sudah tidak seproduktif seperti dulu lagi, “ulam e sampun sepi” , kata mereka dalam bahasa jawa kepada saya, yang artinya adalah ikan disini sudah sepi, alias sulit untuk mendapat ikan. Sering saya bertanya kepada beberapa dari mereka mengenai sebab dari hal tersebut, yang paling saya ingat adalah seorang kakek yang dengan gaya khas seorang filsuf mengatakan bahwa, Tuhan sudah memberikan mereka ikan untuk mereka panen, untuk mereka ambil demi kehidupan mereka, tapi ketika manusia sudah tidak menghargai pemberian tuhan dalam arti berperilaku buruk dan merusak laut, maka jangan salahkan tuhan bila tak ada ikan lagi, sebuah teodisi dari desa, sebuah curahan hati dari mantan nelayan yang sudah memasuki masa pension akibat badan yang sudah tak lagi mampu mencari ikan. Di ujung timur pulau Jawa, saya bertemu seorang kakek yang sangat hebat –saya tidak mengatakan beliau lebih baik derajat atau perilakunya- dan berbeda dari seorang kakek beristri 8 –mohon koreksinya jika saya salah- yang sedang menjadi selebriti baru ujung barat pulau Jawa.
Setelah mendengar jawaban kakek itu, saya mencoba mencari jawaban lain mengenai sebab kerusakan lingkungan itu, sesuatu yang lebih ilmiah dan sesuatu yang memberi jawaban walau harus mengenyampingkan tuhan, sesuatu yang lebih agama-adalah-candu sesuai Marx; dan saya akhirnya mendapatkan jawaban itu –lagi-lagi dari mulut seorang kakek-kakek-. Beliau bilang, bahwa hal ini terjadi karena ikan sudah dihabiskan dan ditangkap -dengan cara yang saya tak begitu paham- oleh nelayan di bagian selatan Jawa yang lain, sehingga membuat ikan tak banyak yang melintasi dan bersua dengan kail nelayan di kawasan Pantai pancer. Dan jangan salah paham dan berpikir bahwa ekosistem di pantai ini sudah rusak karena ulah nelayan, mereka tak pernah menggunakan bom atau alat lain yang bisa menghancurkan lingkungan ikan, setidaknya itu yang mereka katakan.
Masalah lingkungan lain yang muncul adalah adanya perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di daerah pantai mereka, dengan omzet yang sangat besar tentunya. Adanya penambangan emas tersebut -tentu menurut mereka- sangat meresahkan mereka, sangat merugikan mereka, dalam banyak aspek mulai dari aspek ekonomi, aspek lingkungan yang semakin rusak karena penambangan itu, dan aspek-aspek lainnya. Mereka sudah melakukan banyak cara agar mendapat solusi terbaik mengenai perusahaan tambang –yang kata seorang pemuda yang mengundang saya minum beer- telah melakukan wan prestasi, atau melenceng dari kontrak yang telah ada dan disepakati sebelumnya.
Mengenai tambang ini, saya tidak akan terlalu menyorot tentang bentuk wan prestasi yang terjadi seperti apa, namun saya akan menyorot dari aspek politik. Kalau sebelumnya saya telah mengangkat tentang istri dari kepala desa, kali ini saya akan berbicara mengenai bapak kepala desa itu sendiri, Pak Purwanto namanya, seorang kades sederhana dan merakyat yang sangat dicintai rakyatnya. Banyak hal yang membuat pak Purwanto ini begitu loveable bagi mereka, yang pertama adalah karena dia adalah orang yang paling lantang dalam menentang perusahaan pertambangan itu, kemudian betapa dia telah banyak berkorban demi kampung tersebut, betapa dia telah membuat banyak perubahan dan perbaikan di kampung tersebut. Maka jangan heran jika ketika dia diadili di Surabaya karena kasus ijazah palsu –yang saya tidak tahu benar tidaknya, yang menurut warga telah dituduhkan dan difitnahkan oleh lawan politiknya yang dibekingi perusahaan tambang tersebut- warga berbondong-bondong dengan menaiki 6 bus dari Banyuwangi menuju Surabaya untuk membela kepala desa mereka yang tercinta, seorang pemimpin teladan bagi mereka, yang semangatnya tak pernah patah –dan mengutip apa yang pernah dikatakan Bapak Soekarno- ibarat rotan, beliau hanya sedang melengkung, tidak patah. Sangat kontradiktif jika dibandingkan dengan RI1 yang dihina dan dikritik rakyat sedemikian rupanya dengan berbagai cara tentunya, sehingga entah karena sudah frustasi atau apa sehingga mengatakan bahwa dia didzalimi dan sejenisnya.
Masalah kedua yang mereka hadapi adalah masalah agraria, masalah pertanahan, tanah dan rumah mereka tentunya. Sekedar info, ketika tsunami 1994 terjadi, daerah Pancer hancur dan 3 hari setelah kejadian, mantan presiden Soeharto mendatangi Pancer, kemudian memerintahkan pembuatan rumah bagi warga, rumah-rumah petak yang merupakan tanah hibah. Kemudian masalah timbul ketika selama 19 tahun ini mereka tak pernah memiliki sertifikat, patok D, ataupun bukti kepemilikan lainnya, padahal banyak dari yang sudah memperbaiki dan membuat rumah mereka jauh lebih bagus daripada rumah petak 19 tahun yang lalu. Dan saat ini mereka sedang mengusahakan kepemilikan sertifikat tanah tersebut, dengan bantuan dari BPN setempat. Barangkali mereka takut kasus penggusuran atau semacamnya yang biasa mereka lihat di televisi juga akan terjadi pada mereka. Mugi-mugi mboten kedaden nggeh, pak, buk.
2 masalah ini adalah 2 masalah utama yang mereka hadapi, disamping kasus-kasus lain seperti kenakalan remaja, kenakalan anak, dan lainnya. Berbagai macam masalah yang dengan pantang menyerah mereka terus berusaha untuk menyelesaikannya. Semangat dan kekompakan yang patut diteladani, sekali lagi, mereka sangat mengagumkan!

http://sosbud.kompasiana.com/2013/06/18/cerita-dari-dusun-pancer-pesisir-selatan-banyuwangi-19-tahun-pasca-tsunami-bagian-kesatu-570149.html

SETAHUN, TAMBANG EMAS BANYUWANGI HASILKAN 2.7 TON



TEMPO.CO, Banyuwangi - Juru bicara PT Bumi Suksesindo, Musmin Nuryandi, mengatakan perusahaannya menargetkan penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, menghasilkan 2,7 ton emas per tahun.

Menurut Musmin, hal itu didasarkan pada hasil eksplorasi bahwa 1 ton batuan di gunung tersebut mengandung 0,9 gram emas. Bumi Suksesindo akan memproduksi 3 juta ton batuan per tahun atau 24 juta ton batuan dalam jangka delapan tahun. "Eksploitasi kami mulai 2016," kata dia kepada Tempo, Rabu, 27 November 2013.

Dia menjelaskan, pertambangan emas tersebut tidak akan mencemari lingkungan meski menggunakan zat kimia sianida. Sebab, perusahaannya menggunakan sistem pengolahan heap leaching atau pelindian tumpukan. Sistem ini dilakukan dengan cara menyiramkan larutan sianida dengan menggunakan sprinkler pada tumpukan batuan emas yang sudah dicampur dengan batu kapur. Air yang mengalir di dasar tumpukan yang kedap kemudian dialirkan dan ditampung untuk proses berikutnya. "Jadi, tidak ada limbah yang dibuang ke laut dan tanah."

Bumi Suksesindo, kata Musmin, juga menjamin reklamasi terhadap bekas pertambangan emas itu akan dilakukan secara maksimal. Perusahaannya akan mengupayakan Gunung Tumpang Pitu bisa menjadi hutan kembali. Penambangan emas Bumi Suksesindo akan dilakukan secara terbuka setelah PT BSI mengantongi persetujuan dari Menteri Kehutanan mengenai alih fungsi hutan lindung di gunung tersebut menjadi hutan produksi seluas 1.900 hektare.

Akan tetapi, jaminan Bumi Suksesindo tak akan mencemari lingkungan disangkal oleh Kordinator Komunitas Pemuda Pecinta Alam (Kappala), Rosdi Bahtiar Martadi. Dia mengatakan, sianida juga berbahaya karena dapat mencemari lingkungan. Banyak pengalaman menunjukkan tak pernah ada perusahaan yang berhasil menghindari kebocoran air dan limbah yang mengandung sianida ke ekosistem. "Sianida seukuran biji beras saja bisa berakibat fatal bagi manusia. Apalagi sepersejuta gramnya dalam seliter air bisa fatal bagi ikan," ujarnya.

Penambangan yang dilakukan terbuka, kata dia, juga merupakan bentuk inkonsistensi pemerintah. Sebab, dalam sosialisasi amdal eksplorasi tahun 2008 silam, pemerintah Banyuwangi menyatakan bahwa penambangan emas di Tumpang Pitu dilakukan di bawah tanah atau underground minning.

http://www.tempo.co/read/news/2013/11/27/090532870/Setahun-Tambang-Emas-Banyuwangi-Hasilkan-27-Ton
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Kampus Wong Osing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger